Anemia Pada Ibu Hamil – Ketahui Penyebab, Faktor Resiko dan Cara Mengatasinya

anemia pada ibu hamil

foto: pitterpatter.com.my

Anemia pada ibu hamil dapat membuat Anda merasa lemah dan lelah selama kehamilan. Mengetahui faktor risiko, gejala dan apa yang dapat Anda lakukan untuk menghindarinya adalah sangat penting.

Jika Anda sedang hamil, Anda berada di peningkatan risiko anemia dan kekurangan zat besi, suatu kondisi di mana Anda tidak memiliki cukup sel darah merah yang sehat untuk membawa oksigen yang memadai untuk jaringan Anda.

Anemia pada ibu hamil yang tidak ditangani dengan benar dapat meningkatkan risiko komplikasi yang berbahaya, seperti persalinan prematur. Selain itu, anemia juga dapat meningkatkan risiko bayi terlahir dengan berat di bawah rata-rata [1].

Penyebab Anemia Pada Ibu Hamil

Penyebab anemia pada ibu hamil adalah menurunnya hemoglobin dalam darah. Hemoglobin memiliki peranan penting dalam transportasi oksigen ke dalam jaringan tubuh.

Selama masa kehamilan akan terjadi sebuah peningkatan volume darah, hal inilah yang bisa membuat hemoglobin dalam darah menurun. Sedangkan tuntutan dari perkembangan janin akan membuat kebutuhan zat besi dalam tubuh menjadi meningkat.

Jenis anemia yang sering terjadi pada saat hamil

  • Anemia Defisiensi Zat Besi – Kondisi anemia yang terjadi ketika tubuh mengalami kekurangan zat besi sehingga hemoglobin tidak mencukupi. Pada ibu hamil yang menderita defisiensi zat besi oksigen tidak terikat oleh darah secara cukup sehingga mengalami gangguan kekurangan zat besi. Inilah kondisi yang paling umum yang terjadi pada ibu hamil.
  • Anemia Defisiensi Folat – Kekurangan folat pada ibu hamil akan menyebabkan kondisi tubuh tidak dapat membuat sel darah merah yang cukup untuk menyangkut oksigen ke seluruh tubuh. Bahkan kekurangan folat bisa meningkatkan risiko cacar lahir.
  • Anemia Defisiensi Vitamin B12 – Pada tubuh yang membentuk sel darah merah yang sehat maka dibutuhkan vitamin B12. Sumber vitamin b12 diantaranya daging unggas, susu dan telur.

Siapa yang berisiko terkena anemia selama kehamilan?

Perempuan lebih mungkin untuk mendapatkan anemia selama kehamilan jika mereka:

  • Vegetarian yang ketat atau vegan. Mereka beresiko lebih besar mengalami kekurangan vitamin B12.
  • Memiliki penyakit celiac atau penyakit Crohn, atau telah menjalani operasi penurunan berat badan di mana perut atau bagian perut.

Perempuan lebih mungkin untuk mendapatkan anemia defisiensi zat besi pada kehamilan jika mereka:

  • Memiliki dua kehamilan dalam waktu yang dekat.
  • Hamil anak kembar atau lebih.
  • Sering muntah karena morning sickness.
  • Tidak mendapatkan cukup zat besi dari makanan mereka dan vitamin prenatal. [2]

Gejala anemia selama kehamilan

Anda mungkin tidak memiliki gejala yang jelas dari anemia selama kehamilan kecuali jumlah sel Anda sangat rendah. tanda-tandanya adalah:

  • Kulit pucat, bibir, kuku, telapak tangan, atau bawah kelopak mata
  • Merasa lelah
  • Vertigo atau pusing
  • Sesak napas
  • Detak jantung cepat
  • Kesulitan berkonsentrasi

[Baca juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Keracunan Makanan Pada Ibu Hamil]

3 Cara mengatasi anemia selama kehamilan

Bagaimana cara mengatasi anemia pada ibu hamil? Dalam kebanyakan kasus, anemia dapat dicegah selama kehamilan. Berikut adalah tiga cara untuk memastikan Anda mendapatkan vitamin dan mineral yang diperlukan untuk menjaga kadar sel darah merah dalam kisaran yang tepat.

1. Prenatal vitamin

Vitamin prenatal biasanya mengandung zat besi dan asam folat. Mengambil vitamin prenatal sekali sehari adalah cara mudah untuk mendapatkan vitamin dan mineral penting untuk produksi sel darah merah yang cukup.

2. Suplemen zat besi

Ibu hamil membutuhkan sekitar 27 miligram zat besi setiap hari. Tapi tergantung pada jenis zat besi atau suplemen yang dikonsumsi, dosis akan bervariasi. Bicaralah dengan dokter Anda tentang berapa banyak yang Anda butuhkan.

Anda juga harus menghindari makan makanan tinggi kalsium saat konsumsi suplemen zat besi. Makanan dan minuman seperti kopi / teh, produk susu, dan kuning telur dapat mencegah tubuh menyerap zat besi.

3. Nutrisi yang tepat

Kebanyakan wanita bisa mendapatkan jumlah yang cukup zat besi dan asam folat selama kehamilan dengan makan makanan yang tepat. Sumber yang baik dari mineral penting ini termasuk:

  • daging unggas
  • ikan
  • daging merah
  • kacang polong
  • kacang-kacangan dan biji-bijian
  • sayuran hijau
  • sereal
  • telur
  • buah-buahan seperti pisang dan melon

Klasifikasi anemia pada ibu hamil

Anemia adalah suatu keadaan dimana kadar hemoglobin (Hb) dalam darah lebih rendah dari batas normal. Anemia pada kehamilan merupakan salah satu faktor dari kehamilan risiko tinggi…

…dan merupakan penyebab potensial morbiditas dan mortalitas ibu dan anak yang memberi pengaruh kurang baik bagi ibu.

Secara umum anemia dalam kehamilan diklasifikasikan menjadi:

1. Anemia defisiensi besi sebanyak 62,3%

Anemia defisiensi besi adalah anemia yang terjadi akibat kekurangan zat besi dalam darah. Pengobatannya adalah pemberian tablet besi yaitu keperluan zat besi untuk wanita hamil, tidak hamil dan dalam 14 laktasi yang dianjurkan.

2. Anemia Megaloblastik sebanyak 29%

Anemia ini disebabkan karena defisiensi asam folat (pteryglutamic acid) dan defisiensi vitamin B12 (cyanocobalamin) walaupun jarang.

3. Anemia Hipoplastik dan Aplastik sebanyak 1%

Anemia disebabkan karena sum-sum tulang belakang kurang mampu membuat sel-sel darah baru.

4. Anemia Hemolitik sebanyak 0,7%

Anemia disebabkan karena penghancuran sel darah merah berlangsung lebih cepat daripada pembuatannya. Menurut penelitian, ibu hamil dengan anemia paling banyak disebabkan oleh kekurangan zat besi (Fe) serta asam folat dan viamin B12.

Bahaya anemia dalam kehamilan

1. Pengaruh anemia pada kehamilan

Risiko pada masa antenatal; berat badan kurang, plasenta previa, eklamsia, ketuban pecah dini. Anemia pada masa intranatal dapat terjadi tenaga untuk mengedan lemah, perdarahan intranatal, shock,…

…dan masa pascanatal dapat terjadi subinvolusi. Sedangkan komplikasi yang dapat terjadi pada neonatus: premature, apgar scor rendah, gawat janin.

2. Bahaya anemia pada Trimester II dan trimester III kehamilan

Anemia dapat menyebabkan terjadinya partus premature, perdarahan ante partum, gangguan pertumbuhan janin dalam rahim, asfiksia intrapartum sampai kematian, gestosisdan mudah terkena infeksi, dan dekompensasi kordis hingga kematian ibu.

3. Bahaya anemia pada ibu hamil saat persalinan

Dapat menyebabkan gangguan his primer, sekunder, janin lahir dengan anemia, persalinan dengan tindakan-tindakan tinggi karena ibu cepat lelah dan gangguan perjalanan persalinan perlu tindakan operatif.

Pencegahan anemia pada ibu hamil

Mengkonsumsi pangan lebih banyak dan beragam, contoh sayuran warna hijau, kacang – kacangan, protein hewani, terutama hati dan buah yang baik untuk ibu hamil.

Mengkonsumsi makanan yang kaya akan vitamin C seperti jeruk, tomat, mangga dan lain–lain yang dapat meningkatkan penyerapan zat besi. Suplemen zat besi memang diperlukan untuk kondisi tertentu, wanita hamil dan anemia berat.

Manfaat zat besi selama kehamilan bukan untuk meningkatkan atau menjaga konsentrasi hemoglobin ibu, atau untuk mencegah kekurangan zat besi pada ibu.