Bolehkah Ibu Hamil Makan Jengkol?

bolehkah-ibu-hamil-makan-jengkol

Apakah ibu sering bertanya apakah ibu hamil bisa mengkonsumsi jengkol? Jengkol memang dapat dibuat dalam serangkaian menu makanan lezat, seperti semur jengkol, sambal jengkol, yang diubah menjadi kari yang lezat. Baunya yang khas amat menggugah selera, termasuk untuk Bunda yang sedang hamil muda.

Amakanjah Makan Jengkol Selama Kehamilan?

Jengkol mengandung asam jengkolat, yang bila dilihat dengan mikroskop itu terlihat seperti kristal. Asam jengkolat sama dengan asam urat (asam urat), yang dalam konsentrasi tinggi dapat menyebabkan kristal dalam urin.

Bumil boleh saja makan jengkol, tapi sebaiknya jangan berlebihan, karena bisa mengakibatkan susah kencing atau sakit saat kencing.

Jadi berapa yang harus dikonsumsi jengkol untuk wanita hamil? Sebenarnya tidak ada saran apa yang harus dilakukan. Tetapi beberapa sumber mengatakan bahwa 1-3 potong sudah cukup.

Manfaat makan jengkol untuk ibu hamil

1. Cegah sembelit
Sembelit sering menjadi masalah bagi wanita hamil, terutama pada trimester pertama kehamilan. Jengkol mengandung serat yang akan melunakkan konstipasi.

Jika Anda ngidam jengkol, mungkin makanan ini sangat bermanfaat bagi ibu hamil karena bisa membuat bumil lancar ke kamar mandi.

2. Meningkatkan perkembangan janin
Jengkol dapat menjadi sumber nutrisi yang sehat untuk wanita hamil. Makanan lezat ini disajikan dengan sambal berdampak positif pada perkembangan janin di dalam rahim.

3. Menjaga organ vital janin
Selama kehamilan, dokter kandungan akan merekomendasikan asam folat untuk menjaga kehamilan yang sehat.

Dari halaman WebMD, wanita hamil disarankan untuk mengonsumsi 400 mcg asam folat per hari, yang bermanfaat untuk melindungi risiko cacat lahir dan mengurangi risiko kehamilan.

Efek samping jika terlalu banyak makan jengkol

Meskipun jengkol bermanfaat untuk kehamilan, Anda harus berhati-hati karena makanan ini juga memiliki efek samping bagi perkembangan janin.

Di sebagian jengkol, ada asam jengkolat yang berbahaya jika menumpuk di ginjal.

Asam jengkolat yang terakumulasi akan membentuk kristal yang tajam dan, jika dibiarkan, dapat merobek dinding saluran kemih dan menyebabkan pendarahan.

Berikut ini adalah efek samping lain dari konsumsi jengkol selama kehamilan:

1. Memicu morning sickness yang parah
Pengaruh hormon selama kehamilan akan menyebabkan perubahan signifikan pada tubuh, salah satunya adalah indera penciuman ibu akan lebih sensitif.

Karena Jengkol memiliki aroma pedas yang khas, itu dapat menyebabkan mual dan muntah yang intens.

Tidak hanya mual dan muntah, ibu akan merasa pusing dan mudah sakit, bahkan dapat menyebabkan gejala dehidrasi yang membahayakan janin.

2. Sakit pinggang
Jengkolat, yang cukup tinggi, juga dapat menyebabkan sakit punggung yang semakin memburuk selama masa kehamilan.

Jengkol akan menyebabkan akumulasi sistem sekresi tubuh, bahkan kemungkinan membuat Ibu sulit untuk duduk atau berdiri.

3. Dapat mengakibatkan keguguran
Keguguran adalah dampak terburuk jika Anda mengonsumsi jengkol dalam jumlah berlebihan selama kehamilan. Biasanya, kasus ini terjadi ketika wanita hamil mengalami keracunan parah oleh jengkol.

Keracunan parah akan membuat ibu mengalami kesulitan buang air kecil, sedangkan janin tidak mendapatkan cukup oksigen.

Faktanya, Anda harus mengonsumsi cukup jengkol, yang cukup untuk dua potong dan makan jengkol dari waktu ke waktu. Jangan melebih-lebihkan untuk kesehatan kehamilan Anda dan janin dalam kandungan.