Cara mengatasi jerawat saat hamil

Jerawat Saat Hamil

Jerawat saat hamil normalkah? Jerawat biasa terjadi saat hamil, umumnya terjadi pada trimester pertama dan kedua. Kenaikan hormon dapat menyebabkan kelenjar di kulit Anda tumbuh dan menghasilkan lebih banyak sebum, zat berminyak dan berlemak yang bisa menyumbat pori-pori dan menyebabkan bakteri, radang, dan berjerawat.

Penyebab Jerawat Saat Hamil

Penyebab utama jerawat saat Anda hamil adalah kenaikan kadar hormon pada trimester pertama. Hormon androgen ini bisa merangsang kulit untuk memproduksi lebih banyak minyak.

Mengelola jerawat saat hamil bisa menjadi rumit. kehamilan dan jerawat postpartum biasanya bersifat sementara. Ini kemungkinan akan sembuh begitu hormon Anda kembali normal.[1]

Cream atau Obat Jerawat Yang Aman Untuk Ibu Hamil

Jika Anda memakai obat jerawat gunakan dengan hati-hati dan pilihlah yang mengandung bahan yang aman guna menghindari risiko bayi terlahir cacat. Karena apa pun yang menyentuh tubuh ibu hamil turut memengaruhi janin.

Beberapa ahli merekomendasikan obat jerawat mengandung:

  • asam azelaic,
  • eritromisin,
  • benzoyl peroxide,
  • clindamycin atau glycolic acid.

Karena menurut ahli, tingkat penyerapan daru beberapa zat ini ke dalam tubuh hanya sekitar 5 persen, sehingga dipercaya tidak akan memengaruhi janin. Meski begitu, Anda harus hati-hati.

Zat yang terlarang:

  • Isotretinoin – Zat ini sangat berbahaya ketika dipakai pada masa kehamilan karena dapat menyebabkan cacat lahir yang serius.
  • Asam salisilat – Anda harus berhati-hati karena zat iniĀ  banyak ditemukan di obat-obat jerawat yang dijual bebas di pasaran.
  • Tetracyclines – Zat ini bisa menghambat pertumbuhan tulang janin dan mengubah warna giginya secara permanen.
  • Retinoid – Ini termasuk tretinoin, adapalene, dan tazarotene, bahwa zat tersebut bisa saja meningkatkan risiko bayi terlahir cacat.

Tips Aman Menghilangkan Jerawat Saat Hamil Secara Alami

Tindakan paling aman dalam mengatasi jerawat adalah perawatan kulit yang baik. Jika Anda khawatir pemakaian obat jerawat berbahan kimia memengaruhi janin, cara alami berikut ini bisa dijadikan pilihan:

  • Batasi cuci muka, cukup dua kali sehari dan juga setelah berkeringat berat.
  • Usahakan tangan atau kapas yang anda gunakan bersih terhindar dari bakteri.
  • Saat Anda mencuci muka, gunakan pembersih lembut, bebas minyak, bebas alkohol, dan non-abrasif.
  • Gunakan kapas, tisu atau kain yang lembut.
  • Saat mencuci muka, bilas kulit yang berjerawat dengan air hangat dan menepuk lembut hingga kering.
  • Hindari pembersihan berlebihan. Hal ini dapat melampaui batas kelenjar minyak kulit.
  • Jauhkan tangan dari wajah Anda karena ada bakteri di jari.

Jangan berlebihan mencuci wajah. Cukup dua kali saja sehari. Gunakan sabun atau pembersih wajah yang lembut. Hindari kebiasaan menyentuh atau memencet jerawat untuk menghindari iritasi dan memperparahnya.

Baca juga:

Selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakan perawatan. Beberapa bahan dalam produk perawatan kulit yang umum, seperti asam salisilat, mungkin tidak aman digunakan selama kehamilan.

RahayuPengetahuan Kehamilan
Jerawat saat hamil normalkah? Jerawat biasa terjadi saat hamil, umumnya terjadi pada trimester pertama dan kedua. Kenaikan hormon dapat menyebabkan kelenjar di kulit Anda tumbuh dan menghasilkan lebih banyak sebum, zat berminyak dan berlemak yang bisa menyumbat pori-pori dan menyebabkan bakteri, radang, dan berjerawat. Penyebab Jerawat Saat Hamil Penyebab utama jerawat...