Pahami Tentang Kolesterol Pada Ibu Hamil, Apakah Penyebab Dan Ciri – Cirinya?

koleterol pada ibu hamil

credit: medicmagic.net

Saat sedang hamil, kesehatan adalah hal yang sangat penting, karena tidak hanya untuk Anda, namun penting juga untuk perkembangan dan kesehatan janin dalam kandungan, tidak terkecuali  masalah kolesterol yang ada pada wanita hamil.

Tingkat kolesterol yang tinggi merupakan salah satu kondisi yang buruk pada wanita hamil, Kolesterol adalah jenis lemak yang dibutuhkan tubuh untuk berfungsi dengan baik. Ketika kadar kolesterol meningkat dalam tubuh kita, kita menjadi rentan terhadap penyakit jantung [1].

Apakah Tingkat Kolesterol Berubah Selama Kehamilan?

Hal ini umum terjadi pada trimester 1 dan 2 saat wanita sedang hamil, kondisi ini sama halnya dengan perubahan hormonal, kadar kolesterol dalam darah anda pun meningkat secara alami ketika hamil.

kadar kolesterol meningkat pada trimester kedua kehamilan dan puncaknya selama trimester ketiga, kolesterol yang terlalu tinggi merupakan masalah bagi banyak orang dewasa. kadar kolesterol kembali ke tingkat normal suatu tempat sekitar 4 minggu setelah melahirkan [2].

Penyebab Kolesterol Tinggi Saat Hamil

Faktor penyebab kolesterol tinggi di antaranya yaitu kegemukan, kurang olahraga, faktor genetik, peningkatan usia, dan makanan yang kita makan juga berperan besar dalam jumlah kolesterol dalam tubuh.

Jika kita kelebihan makan makanan yang mengandung lemak jenuh, hati akan memroduksi kolesterol lebih banyak dibandingkan dengan kebutuhan tubuh.

Yang patut diwaspadai adalah wanita yang memiliki riwayat kolesterol tinggi sebelum masa kehamilan. Karena pembuluh darahnya sudah menyempit dikhawatirkan dapat terjadi gangguan saat hamil ataupun melahirkan.

Ciri-Ciri Kolesterol Tinggi

  • Kepala tidak sakit namun muncul rasa berat di tengkuk, pegal di pundak. Hal ini terjadi karena kurangnya asupan oksigen ke dalam otak akibat pembuluh darah menyempit karena timbunan lemak akibat kolestrol.
  • Rasa kesemutan terjadi karena Kadar kolesterol tinggi membuat darah kental sehingga oksigen menjadi berkurang.
  • Mudah merasa lelah, Hal ini terjadi karena plak yang terbentuk dalam dinding arteri, akan menyebabkan sumbatan.

Baik dan Buruknya Kolesterol Pada Wanita Hamil

Dampak Baik:

Ketika masa hamil, kolesterol mampu berubah menjadi jinak, sebab secara fisiologis kehamilan dan janin membutuhkan kolesterol dalam kadar lebih banyak dari biasanya.

Kolesterol berperan penting dalam pembentukan hormon steroid estrogen yang mendukung proses kehamilan. Sedangkan progesteron dan testosteron yang dibentuk tubuh ibu saat hamil, berperan terhadap pembentukan alat kelamin janin.

Dampak Buruk:

Kadar normal kolesterol adalah kurang dari 200mg/dl. Jika kadar LDL dalam darah meningkat dan HDL turun, maka dapat mengakibatkan dislipidemia atau timbunan kolesterol di dinding pembuluh darah. Jika kondisi itu dibiarkan, bisa mengakibatkan penyempitan pembuluh darah yang berujung pada penyakit stroke dan jantung.

Berikut kadar normal kolesterol dalam darah pada wanita hamil:

– LDL normal pada BuMil: 149 mg/dl (+/-) 10
– HDL normal pada BuMil: 59 mg/dl (+/-) 6
– Kolesterol Total normal pada BuMil: 200 – 259 mg/dl (+/-) 10

Cara Mencegah Kolesterol Tinggi Selama Kehamilan

Berikut adalah beberapa tips untuk membantu Anda menjaga kadar kolesterol pada masa kehamilan:

Yang perlu Anda ingat adalah bahwa diet ketat pada saat hamil sangat tidak disarankan, kosultasi ke  dokter Anda jika diperlukan.

Kolesterol melayani banyak fungsi penting. Tubuh kita memerlukan kolesterol untuk menjaga kesehatan dinding sel, membuat hormon, membuat vitamin D, dan membuat empedu acids. Tapi, jika kolesterol dalam tubuh terlalu tinggi, tentu tak baik juga bagi kesehatan [3].