Panduan Ibu Hamil (Lengkap): Tips Menjalani Masa Kehamilan, Mempersiapkan Persalinan

panduan ibu hamil

Panduan lengkap untuk ibu hamil

Panduan ibu hamil ini bisa digunakan oleh siapa saja, terutama bagi pasangan muda yang baru mengalami fase awal kehamilan maupun yang sudah pernah hamil. Tips kehamilan ini Sangat penting untuk diperhatikan karena biasanya masih menjadi pertanyaan bagi sebagian pasangan.

Panduan Pemeriksaan Awal Kehamilan

Tujuan pemeriksaan pada masa kehamilan adalah untuk mengurangi kekhawatiran yang tidak diperlukan pada masa hamil,menghindari terjadinya segala jenis komplikasi penyakit saat hamil, menambah kesehatan ibu dan bayi.

Waktu Pemeriksaan Pada Masa Kehamilan

Bila mens terlambat lebih dari 2 minggu harus segera periksa ke dokter apakah ada hamil. Pertama kali pemeriksaan yaitu pada masa hamil sebelum 3 bulan.

Hamil pada masa 28 minggu diadakan pemeriksaan 1 bulan sekali. Hamil pada masa 28 minggu keatas sampai dengan 36 minggu diadakan pemeriksaan 1/2 bulan sekali.

Hamil pada masa 36 minggu keatas sampai sebelum melahirkan diadakan pemeriksaan 1 minggu sekali.

Tahap Pemeriksaan Umum

a. Berat Badan

  • Periksa kondisi naik turunnya berat badan
  • Kehamilan diatas 10 – 12 minggu pada bagian perut suara detak jantung bayi dapat didengar.
  • Bila tidak terdengar detak jantung bayi mungkin karena masa hamil masih dini, posisinya menyamping, embrio belum berkembang, atau bayi meninggal dalam perut.
  • Bila masa hamil diatas 12 minggu masih belum terdengar detak jantung bayi harus di USG untuk di diagnosa dengan pasti.

b. Besar kecilnya Rahim

  • Dengan mengukur dasar rahim dengan gabungan bagian tulang vagina dapat diperkirakan besar kecilnya janin. Bila dicurigai bayi terlalu besar atau terlalu kecil dapat dilakukan pemeriksaan USG.

c. Posisi Bayi

  • Periksa posisi kepala bayi.
  • Bila dicurigai letak posisi bayi tidak benar, harus diadakan pemeriksaan USG.

d. Kencing manis ( Diabetes )

  • Kencing gula akan lebih tinggi kemungkinannya disebabkan daya serap glukosa/gula tidak baik atau memang penderita diabetes.
  • Boleh melakukan test diabetes atau memeriksa kadar gula darah sebelum dan sesudah makan.
  • Baca juga: Diabetes pada ibu hamil

e. Tensi Tekanan Darah

  • Masa hamil, kemungkinan tensi darah akan lebih rendah dari sebelum hamil.
  • Pada masa kehamilan sebelum minggu ke-20, tensi darah tinggi sampai 140/90 mmHg, mungkin karena tekanan darah tinggi jenis lamban.
  • Sewaktu tensi darah naik harus segera istirahat tidur, bila diperlukan harus tinggal di rumah sakit dan dikontrol dengan obat sampai waktu melahirkan.
  • Baca juga: Hipertensi Pada Kehamilan

Baca juga:

Hal Penting Yang Harus Diketahui Pada Masa Hamil

Berbagai kondisi kesehatan bisa saja terjadi selama dan setelah hamil. Berikut ini beberapa hal yang penting diperhatikan selama kehamilan.

1. Makanan yang sesuai saat hamil

Makanan dibagi seimbang untuk 3 kali makan, jenis daging dan ikan, kacang-kacangan, susu, telur, sayur berwarna hijau, buah-buahan dan lain-lain, yang berguna untuk pertumbuhan embrio. ( baca; Makanan Sehat Untuk Ibu Hamil )

2. Pakaian yang sesuai pada masa hamil

  • Pilihlah yang longgar dan bahan yang mudah mengisap keringat, jaga badan selalu segar dan bersih.
  • Pakailah BH yang sesuai setiap hari, untuk melindungi payudara.
  • Hindari pemakaian sepatu hak tinggi untuk mencegah resiko jatuh yang membahayakan.

3. Biasakan buang air besar yang teratur

Sebaiknya usahakan buang air besar setiap hari, makan banyak sayuran hijau, buah-buahan untuk ibu hamil dan banyak minum air supaya tidak susah buang air besar saat hamil. ( baca; Cara Mengatasi Sembelit Saat Hamil )

4. Istirahat Yang Cukup

  • Jangan terlalu capek, Tiap hari harus tidur selama 8 jam, dan istirahat pada waktu siang hari selama 30 menit.
  • Pada masa hamil tua hanya bisa tidur satu sisi, waktu istirahat kedua kakinya boleh ditinggikan, supaya aliran darah kaki dapat lancar.
  • Baca juga: Posisi Tidur Yang Baik Saat Hamil

5. Mengendalikan Hubungan intim saat hamil

3 bulan sebelum melahirkan , bila ada gejala keguguran dan melahirkan premature, sebaiknya jangan melakukan hubungan sexual. ( baca; Bolehkah Berhubungan Intim Saat Hamil )

6. Pengaruh merokok pada masa hamil

  • Kemungkinan kematian pada bayi yang baru lahir dari ibu yang merokok lebih tinggi daripada yang tidak merokok.
  • Pada umumnya berat badan bayi yang dilahirkan dari ibu yang merokok akan lebih ringan 200 gram daripada yang normal.
  • Sewaktu memberi asi, sering menyebabkan bayi keracunan nikotin, gelisah, mencret, detak jantung bertambah cepat.
  • Bayi yang lahir dari ibu perokok, pada tahun pertama kemungkinan besar terjadi infeksi tenggorokan/bronkitis, dan infeksi paru-paru.

Baca juga:

GIZI PADA MASA HAMIL

panduan ibu hamil berikutnya adalah tentang asupan gizi ibu hamil, karena menjadi faktor penting baik untuk pemenuhan nutrisi ibu hamil atau pun untuk pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan.

1. Kalori Pada Masa Hamil

  • Kalori dalam tubuh kita berasal dari 6 kebutuhan pokok besar makanan, tetapi berdasarkan pola hidup yang berbeda, mengakibatkan kalori yang dibutuhkan berbeda juga.
  • Setiap hari harus makan 6 kebutuhan pokok makanan, yang setiap jenisnya dapat divariasi lebih banyak.
  • Total kalori yang dibutuhkan setiap hari setiap orang disesuaikan tergantung dari umur, aktivitas, kondisi kesehatan sebelum hamil serta kondisi kenaikkan berat badan, dilakukan penyesuaian.

2. Protein Saat Kehamilan

  • Bagi yang kondisi gizinya baik sebelum hamil, saat permulaan hamil tidak perlu penambahan protein khusus.
  • Mulai periode triwulan kedua pertumbuhan janin akan semakin cepat, plasenta, Rahim, payudara membesar, air ketuban dan jumlah darah meningkat, setiap harinya perlu tambahan protein 10 gr.
  • Sumber protein sebagian besar berasal dari protein biologi tinggi misalnya : Telur, produk susu, daging, ikan dan sari kedelai, tahu, tahu kering serta produk kedelai lainnya.

3. Mineral Masa Hamil

  • Kalsium : Masa hamil / menyusui seharusnya mengkonsumsi kalsium yang cukup, untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan janin serta ibu. Makanan yang kaya akan kalsium, seperti : produk susu, ikan kering, dll.
  • Zat besi : Masa hamil kebutuhan akan zat besi semakin meningkat, selain untuk memenuhi kebutuhan ibu hamil itu sendiri juga untuk janin dan sejumlah besar akan tersimpan dalam tubuh janin untuk digunakan hingga 4 bulan setelah bayi dilahirkan.(baca: Zat Besi Untuk Ibu Hamil )
  • Yodium : Karena perkembangan pertumbuhan janin yang cepat sehingga metabolisme dasar ibu hamil juga meningkat, sedangkan yodium adalah komposisi gabungan dari tiroksin, maka harus meningkatkan jumlah konsumsi yodium, makanan yang kaya akan kandungan yodium, misalnya : ganggang laut, rumput laut, dll.
  • Sodium : Selama hamil bila ada tekanan darah tinggi atau gejala bengkak air, maka konsumsi sodium harus dibatasi.
  • Magnesium : Saat hamil kebutuhan magnesium semakin meningkat, dapat mengurangi kejang dan mengurangi kemungkinan pertumbuhan janin yang tidak sempurna dalam kandungan.

4. Vitamin Untuk Kehamilan

  • Vitamin B1, B2, B6 serta zat asam nikotinat kebutuhannya disesuaikan dengan peningkatan kebutuhan kalori dan protein.
  • Vitamin B12 : Bagi para vegetarian, harus memperhatikan secara khusus tambahan vitamin B12. Makanan yang kaya akan vitamin B12, misalnya : fermentasi kacang/kedelai atau suplemen vitamin B12.
  • Lainnya : Jumlah vitamin untuk kehamilan yang dibutuhkan sesuai dengan ketentuan gizi yang dianjurkan, dan tidak melebihi batasan.

Masalah yang sering dijumpai ibu hamil

  • Sering Buang Air Kecil saat hamil: Membesarnya rahim sehingga menekan kantong kemih, sering terjadi pada waktu kehamilan bulan ke-3 dan bulan terakhir.
  • Mual, muntah saat hamil: masalah kehamilan ini disebabkan perubahan kekentalan hormon, dan naiknya kekentalan HCG. Perubahan karbonit dalam pencernaan.
  • Cairan keputihan bertambah banyak: Pengaruh rangsangan, yang menyebabkan selaput perekat reproduksi pada vagina, dan cairan pada bagian leher rahim bertambah banyak.
  • Pening, Pingsan, Pusing saat hamil: Perubahan jumlahnya darah, ditambah dengan tekanan darah yang rendah serta gula darah yang turun.
  • Susah Buang Air Besar: Membesarnya rahim menyebabkan usus kecil berpindah tempat atau rahim menekan dubur.
  • Wasir / Ambeien saat hamil: Membesarnya rahim menyumbat peredaran darah pada urat darah halus.
  • Kejang Pada Bagian Betis: Bertambahnya tekanan rahim terhadap saraf. Sirkulasi darah pada tangan dan kaki tidak lancar.
  • Kaki Membengkak saat hamil: Pengaruh hormon yang menyebabkan menambahnya kekentalan sodium dalam tubuh.
  • Pegal Pinggang, Sakit Punggung saat hamil: Membesarnya rahim menyebabkan beban tulang belakang pinggang bertambah.

Tips Mengurangi Rasa Sakit Waktu Persalinan

Takut, tegang, sesak nafas, capek, dll akan mempersulit persalinan, wanita hamil yang ada persiapan akan dapat mengatasi masalah ini dan dapat mengurangi sakit saat persalinan.

  • Persiapan secara psikologis, mengurangi ketegangan dan kekhawatiran bagi suami istri dalam persiapan melahirkan.
  • Melatih pengertian suami istri untuk, saling membantu dalam menghadapi bayi yang akan dilahirkan.
  • Memperlancar tahap persalinan.

Hal yang harus diperhatikan

  • Atur pernapasan: Anda bisa menarik napas dalam-dalam dari hidung saat mulai kontraksi, lalu embuskan secara perlahan-lahan melalui mulut. Jika Anda dapat mengatur pernapasan dengan baik, rasa nyeri saat kontraksi bisa berkurang. (baca: Jenis dan Ciri Kontraksi Pada Kehamilan )
  • Pijatan: Pijatan di daerah bagian bawah punggung atau di bagian bahu saat kontraksi dapat bisa membuat Anda rileks dan membantu merangsang tubuh melepaskan hormon yang bisa membuat Anda merasa lebih baik untuk mengurangi rasa nyeri saat persalinan.
  • Ubah posisi Anda: Sedikit bergerak bisa meredakan rasa sakit dan juga bisa mempercepat proses persalinan. Hindari posisi tidur telentang karena bisa membuat kontraksi menjadi lebih lama dan lebih menyakitkan.
  • Pendamping: Persalinan cenderung lebih mudah dijalani jika Anda ditemani pendamping yang terus memberi dukungan.

Semoga panduan ibu hamil ini bermanfaat untuk Anda, baik itu hamil muda atau hamil anak pertama agar lebih mudah lagi menjalani masa kehamilan dan mempersiapkan persalinan.