Senam Kegel Untuk Ibu Hamil – Apa Manfaat Dan Bagaimana Cara Melakukannya?

senam kegel ibu hamil

image: Shutterstock

Latihan senam kegel untuk ibu hamil bertujuan untuk menguatkan otot panggul bawah, otot-otot di bawah rahim, kantong kemih, dan usus besar dan mengontrol aliran urine dan kontraksi sfingter vagina dan juga dubur. Manfaat Kegel tidak dapat dirasakan seketika. Jika Anda rutin mempraktikkan aktivitas ini tiga kali sehari, umumnya manfaatnya dapat dirasakan sekitar 4-6 minggu kemudian.

Mengapa Harus Anda Lakukan Senam Kegel?

Berbagai hal yang dilakukan pada masa hamil dapat melemahkan otot-otot dasar panggul (PFM), karena pada masa kehamilan dan persalinan seringkali menekankan otot-otot ini menjadi keluar. Juga dapat mengakibatkan, sembelit kronis, obesitas, dan lain-lain.

Dasar panggul yang lemah dapat menyebabkan otot-otot panggul menonjol dan turun ke dalam vagina, dan kondisi ini disebut prolaps organ panggul. Ini menyebabkan tekanan panggul dan kebocoran feses dan urin. Latihan kegel secara teratur dapat menghindari situasi ini secara signifikan [1].

Manfaat senam kegel untuk ibu hamil

  • Mencegah sobeknya perineum
  • Dapat mengurangi masalah urinisasi seperti inkontinensia setelah melahirkan
  • Dapat meminimalisir terkena wasir atau ambeien pada kehamilan
  • untuk memudahkan proses persalinan karena Otot panggul yang kuat dan elastis bermanfaat membuka jalan lahir.
  • Meningkatkan sirkulasi darah di alat kelamin yang akan mempercepat pemulihan wasir dan episiotomi.

Seberapa sering harus melakukan Kegel?

  • Mulailah dengan mengencangkan otot-otot selama sekitar lima detik, kemudian santai selama lima detik. Lakukan empat atau lima kali berturut-turut, beberapa kali sehari.
  • Ketika sudah terbiasa, mulai tahan otot-otot lebih lama hingga 10 detik pada suatu waktu dan melakukan lebih banyak pengulangan.
  • Pada akhirnya itu disarankan agar Anda melakukan kegel tiga kali selama 20 detik setiap hari [2].

Cara Melakukan Senam kegel

  1. Hentikan keluarnya urine saat Anda buang air kecil. Otot yang menahan air seni itulah yang disebut otot panggul bawah Anda.
  2. Kosongkan kantung kemih. Ambil posisi berbaring. Kencangkan otot panggul bawah, kemudian tahan hingga 5 detik, lalu lepaskan. Ulangi 4-5 kali. Kemudian tingkatkan durasi dari 5 ke 10 detik.
  3. Saat mengencangkan otot panggul bawah ini, hindari mengencangkan otot perut, paha, dan bokong, serta tetaplah bernapas bebas.