Tanda Rahim Bersih Setelah Kuret – Efek Samping dan Tips Perawatan Pasca Keguguran

Tanda Rahim Bersih dan Sehat Setelah Kuret

Kuret adalah prosedur untuk mengangkat jaringan dari dalam rahim untuk mendiagnosis dan mengobati kondisi uterus, seperti pendarahan berat atau untuk membersihkan lapisan rahim setelah keguguran. Lalu seperti apa tanda-tanda rahim bersih setelah kuret? [1]

Berapa lama rahim pulih setelah kuret?

Pemulihan rahim setelah keguguran Pada dasarnya tergantung kondisi ibu, Namun pada umumnya membutuhkan sekitar 2 minggu setelah keguguran untuk mengembalikan organ rahim ke ukuran semula dan darah sisa keguguran bersih total.

Bagaimana Agar kondisi ibu cepat pulih?

Tidak ada intervensi khusus yang harus dilakukan supaya kondisi ibu cepat pulih setelah mengalami keguguran, yang terpenting adalah menjaga kesehatan serta mengonsumsi makanan yang bergizi.

pada prinsipnya jika seorang wanita sudah berhenti mengalami perdarahan dan tidak ada keluhan lain, maka diperbolehkan melakukan aktivitas fisik seperti biasanya.

Tanda-Tanda Rahim Bersih Setelah Keguguran

Untuk mengetahui kondisi rahim yang normal bisa dengan memerhatikan siklus haid dan perdarahan yang terjadi. Adanya gangguan pada kesuburan. Kondisi rahim setelah kuret juga dapat di tandai dengan ciri-ciri sebagai berikut:

1. Siklus menstruasi teratur: jika siklus menstruasi sudah teratur pasca kuret, ini menjadi salah satu tanda bahwa rahim Anda sudah bersih dan sehat.

2. Suhu tubuh normal: biasanya, jika mengalami keguguran maka akan mengalami peningkatan atau penurunan suhu tubuh. Hal ini bisa menyebabkan wanita demam dan bahkan bisa mengakibatkan pingsan mendadak. Namun jika suhu tubuh Anda kembali normal, itu adalah ciri rahim sudah bersih dan sehat.

3. Tidak merasa nyeri pada pinggang: sakit pada area pinggang biasa dirasakan oleh wanita pasca tindakan kuretasi. hal ini diakibatkan masih ada sisah embrio atau gumpalan darah dalam rahim.  Jika masih merasa sakit pada pinggang, maka artinya masih ada sisa embrio atau darah yang belum keluar dari rahim.

4. Mulut rahim sudah menutup: Pendarahan yang terjadi setelah keguguran dapat ditandai dengan menutupnya mulut rahim. Jika mulut rahim belum menutup itu artinya rahim belum bersih dan kemungkinan dapat terjadi pendarahan kembali.

5. Frekuensi darah yang keluar semakin berkurang: jika anda mengalami keguguran, maka sebaiknya perhatikan frekuensi darah yang keluar.

Apakah darah yang keluar dari serviks anda banyak atau sedikit. Jika anda menemukan kejanggalan setelah keguguran, sebaiknya konsultasikan pada dokter.

6. Tidak ada cairan dengan bau menyengat: tanda jika rahim sudah bersih bisa di tandai cairan yang keluar dari serviks sudah tidak berbau lagi.

Efek Samping Setelah Kuret

1. Pendarahan: Pendarahan berat jarang terjadi, tetapi bisa terjadi jika instrumen melukai dinding rahim. Ini juga dapat terjadi jika fibroid yang tidak terdeteksi dipotong selama kuretase.

2. Infeksi: Selalu ada sedikit kemungkinan infeksi setelah instrumen dimasukkan ke dalam uterus. Sebagian besar infeksi dapat dengan mudah disembuhkan dengan antibiotik.

3. Kerusakan serviks: Jika leher rahim robek selama kuret, dokter Anda dapat memberikan obat untuk menghentikan pendarahan, atau dapat menutup luka dengan jahitan.

4. Sindrom Asherman: Kuretase menghasilkan perkembangan jaringan parut di rahim, Sindrom Asherman paling sering terjadi ketika kuret dilakukan setelah keguguran atau melahirkan.

Pantangan Setelah Kuret dan Tips Perawatan Agar Segera Pulih

  • Hindari obat-obatan yang tidak perlu: berhenti minum obat seperti aspirin, yang dapat menyebabkan peningkatan risiko pendarahan.  Hindari juga obat-obatan yang dijual bebas, seperti obat-obatan dingin dan obat pencahar. Hindari penggunaan alkohol dan tembakau.
  • Makan dan minum: Dokter akan menginstruksikan pasien untuk tidak makan atau minum selama 12 jam sebelum kuret, jika dilakukan dengan anestesi umum (bius total), atau selama 8 jam jika bius lokal.
  • Gunakan pembalut biasa: jika terjadi perdarahan pasca kuret. Hindari menggunakan tampon untuk mencegah infeksi.
  • Hindari membilas organ intim: Jangan membilas organ intim wanita dengan sabun pembersih. Kemungkinan dokter juga akan melarang Anda segera mandi pasca kuret selama beberapa waktu.
  • Jangan lakukan hubungan intim: Tunda hubungan intim pasca kuret sekurang-kurangnya tiga hari atau sesuai dengan saran dokter.